Minggu, 04 Juni 2017

                                     Sulanjani


       Sulanjani yang lebih akrab dipanggil Ninuk lahir di Sleman, 16 September 1970. Ninuk adalah anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Suryadi dan Wagiyem. Ninuk kecil bertempat tinggal di Pusmalang, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
       Ninuk kecil bersekolah di SDN Pusmalang. Semenjak SD, Ninuk sudah mandiri. Menyetrika baju sendiri, mencuci baju, dan membantu kedua orang tuanya. Pada saat Ninuk kelas 5 SD, Ninuk terjangkit penyakit gatal-gatal pada telapak tangannya. Penyakit itu juga menjangkit adiknya yaitu, Wingit. Walaupun tangannya terjangkit gatal-gatal, Ninuk kecil tetap mandiri tanpa dibantu orang tuanya. Setelah lulus dari SD, Ninuk melanjutkan sekolah di SMPN 1 Pakem. Setelah lulus dari SMP, Ninuk melanjutkan sekolah di SMKI Yogyakarta. Setelah lulus dari SMKI Yogyakarta, Ninuk melanjutkan kukiah di IKIP Yogyakarta.
      Setelah lulus dari IKIP Yogyakarta, Ninuk memulai kariernya sebagai Guru Honorer. Ninuk menjadi Guru Honorer selama 9 tahun. Pada saat menjadi Guru Honorer, Ninuk menikah dengan Guru Honorer juga yang bernama Duan Mahendana. Mereka menikah pada 3 Oktober 1999. Anak pertama mereka bernama Nur Ekyan Rahma Duani yang lahir pada 20 Desember 2000, dan anak kedua mereka bernama Awaloka Bakti Hutama yang lahir pada 26 November 2005. Pada tahun 2006, Sulanjani dan suaminya diangkat menjadi PNS dan mengharuskan Ninuk dan keluarganya pindah ke Magelang. Pada saat itu, anak kedua Ninuk baru berumur 1 tahun. Karena Ninuk sudah menjadi pegawai tetap, anaknya dititipkan ke Mbak Sum yang tempat tinggalnya serumah dengannya. Pada waktu itu, Ninuk dan keluarganya masih mengontrak di rumah orang. Ninuk mengontrak di rumah orang tersebut selama 9 tahun hingga pada akhirnya Ninuk dan suaminya memutuskan membuat rumah sendiri dengan modal meminjam uang pada Bank. Ninuk dan keluarganya harus pandai-pandai mengurusi masalah keuangan karena anaknya yang pertama harus masuk SMA.
      Setelah anaknya masuk SMA, SPP anak pertamanya juga cukup tinggi. Jadi, ia dan suaminya harus pandai-pandai mengatur kkeuangan. Apalagi anaknya yang kedua juga akan masuk SMP.

3 komentar: